Salah satu bukti eksperimen penting tentang keberadaan kuantum cahaya/foton
adalah percobaan efek fotolistrik. Sebelumnya telah diketahui pada 1887 oleh Hertz
bahwa apabila suatu cahaya dikenakan pada permukaan logam tertentu maka dapat
terjadi lucutan elektron dari permukaan logam tersebut. Gejala ini dikenal dengan efek
fotolistrik. Sumbangan pemikiran Einstein untuk fenomena ini berdasarkan rumusan
Planck, telah menguatkan gagasan kuantisasi energi Planck untuk bisa diterima secara
luas. Percobaan efek foto listrik dapat kita gambarkan sebagai berikut. Sebuah cahaya
dengan frekuensi ν mengenai plat logam dan akan terjadi pelepasan elektron-elektron.
Dengan selisih potensial yang sesuai V antara plat logam dan kolektor (lihat gambar)
maka elektron-elektron ini (photoelelctrons) akan muncul sebagai arus fotolistrik yang
dapat diukur dengan Ammeter. Potensial penghenti (stopping potential) V0 adalah
potensial selisih yang diperlukan untuk menghentikan fotoelektron yang paling cepat,
jadiuntuk meng-nolkan arus fotolistrik. Selanjutnya dapat diamati bahwa:
Bab I Keterbatasan Fisika Klasik (1)
1. V0, yang terkait dengan energi kinetik fotoelektron yang paling besar (Ek = eV0),
tidak bergantung pada intensitas cahaya yang digunakan.
2. Ada frekuensi ambang ν0 dimana cahaa dibawah frekuensi ini tidak dapat
menampilkan efek fotolsitrik.
Kontribusi Einstein untuk efek fotolistrik berangkat dari teorinya bahwa terjadi
“tumbukan” antara foton datang dengan elektron didalam logam.
pasang iklan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar