2
Berikutnya Wien (1894) dengan gagasan-gagasan yang juga sangat umum menunjukkan
bahwa rapat energi haruslah dalam bentuk berikut
) ( ) , ( 5 T f T u λ λ λ − = (1.2)
dengan f adalah fungsi yang masih umum. Dalam bentuk fungsi frekuensi maka dapat
kita tuliskan menjadi
) , ( ) , ( ) , ( 2 T u c
d
d T u T u λ
ν ν
λ
λ ν = = (1.3)
Dengan persamaan ini kemudian dinyatakanlah hukum Wien dalam bentuk
) ( ) , ( 3
T
g T u ν
ν ν = (1.4)
Implikasi dari hukum ini adalah
1. Distribusi spectrum radiasi benda hitam untuk sembarang temperatur dapat kita
cari dengan rumus di atas.
2. Bila fungsi g(x) mempunyai nilai maksimum untuk x > 0 maka berlaku
T
b
maks = λ (1.5)
dengan b adalah tetapan universal. Untuk fungsi g(x) maka Wien menggunakan model
berikut
T Ce T g / ) / ( βν ν − = (1.6)
Dengan model ini maka data eksperimen untuk frekuensi tinggi dapat diverifikasi
dengan sangat baik.
Pada 1900 Rayleigh juga menurunkan formula
kT
c
T u 3
2 8 ) , (
πν
ν = (1.7)
dengan k = 1,38 x 10-16 erg/derajad dan c adalah kecepatan cahaya. Rumus ini
diturunkan berdasarkan dua hal:
1. Hukum klasik ekipartisi energi menyatakan rata-rata energi per derajad
kebebasan untuk system dinamik yang berada dalam keadaan kesetimbangan
dalam konteks ini adalah kT.
Bab I Keterbatasan Fisika Klasik (1)
pasang iklan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar